Berita  

Akibat Hujan Disertai Angin SDN Matafoi Roboh Rata Tanah .

Oplus_16908288

KALABAHI, metroalor.com – hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Mataru Barat, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/01/2026). Akibatnya beberapa rumah warga tempat ibadah (gereja), dan satu gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Matafoi roboh hingga rata dengan tanah.

Salah satu warga Mataru barat, Herlince Padamakani, saat dikonfirmasi metroalor.com melalui sambungan telepon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan deras dan angin kencang terjadi sejak pagi hingga siang hari, menyebabkan kerusakan parah di Kampung Matafoi, RT 008/RW 004.

“Gedung sekolah SDN Matafoi rubuh rata tanah. Tidak ada satu pun peralatan belajar mengajar yang bisa diselamatkan. Semua rusak dan sudah tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Herlince.

Ia menuturkan, bencana seperti ini hampir setiap tahun terjadi di wilayah Mataru saat musim hujan dan angin. Menurutnya, gedung SDN Matafoi telah berulang kali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

“Setiap kali rusak, masyarakat bersama kepala RT, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat selalu bergotong royong melakukan perbaikan darurat, mulai dari dinding, kayu balok hingga atap seng,” ujarnya.

Upaya perbaikan tersebut, lanjut Herlince, semata-mata dilakukan demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah itu, dengan alat dan material seadanya apalagi kondisi bangunan yang sudah tua.

Oplus_16908288

“Kami masyarakat setempat selalu melakukan perbaikan seadanya demi pendidikan masa depan anak-anak kami,” tambahnya.

Herlince sebut faktor usia bangunan yang sudah tua menjadi penyebab utama robohnya gedung sekolah. Struktur kayu dan dinding yang sudah lama tidak lagi mampu menahan terpaan angin kencang dan hujan deras.
Selain gedung sekolah, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan. Bahkan, atap seng gedung gereja dan juga seng gedung sekolah bangunan baru dikerjakan tahun anggaran 2022, beberapa lembar atap seng terlepas

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi terkait langkah penanganan dari pemerintah daerah, sementara warga berharap adanya perhatian serius agar bangunan sekolah dan fasilitas umum dapat dibangun kembali secara permanen dan aman.***