Kepsek Ragu Dengan Kinerja Kontraktor Soal Proyek SDN Nusa

Oplus_16908288

KALABAHI, metroalor.com – Memasuki akhir Januari 2026, sejumlah proyek rehabilitasi sekolah yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Alor belum juga tuntas dikerjakan oleh pihak ketiga.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan publik adalah pekerjaan rehabilitasi dua ruang belajar di SDN Nusa, Desa Nule, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, yang hingga kini dinilai jalan di tempat dan terkesan mangkrak.

Kepala Sekolah SDN Nusa, Rahmad Kemang, ditemui media pada 27/1/26 mengungkapkan ragu terhadap kontraktor pelaksana proyek tersebut. Apa bisa selesai atau tidak . Menurutnya, sejak pembongkaran atap dan bangunan sekolah pada November 2025 lalu, pekerjaan dilakukan secara tidak konsisten atau timbul tenggelam.

“Kontraktor datang bongkar atap dan gedung sejak bulan November 2025. Setelah bongkar, lalu ditinggalkan berbulan-bulan. Datang kerja sedikit, lalu hilang lagi. Kontraktornya namanya Ori Bler Sir, biasa dipanggil Ori,” tandasnya Rahmad

Rahmad menjelaskan, hingga kini kondisi bangunan sekolah masih sama seperti awal pembongkaran. Belum ada atap pasca di bongkar tahun lalu. Tidak ada progres yang menonjol dari fasilitas belajar mengar anak-anak bangsa selama berbulan-bulan.

“Mereka bongkar habis lalu ditinggalkan begitu saja sampai hari ini. Tidak ada perubahan sama sekali. Ini membuat kami pihak sekolah sangat ragu karena tidak ada kejelasan,” tegasnya.

Oplus_16908288

Akibat pekerjaan yang tak kunjung rampung, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di ruang darurat yang kondisinya jauh dari kata layak.
Gedung belum bisa digunakan, sehingga kami pakai ruang darurat. Ruangannya hampir tidak layak, tapi mau tidak mau harus dipakai supaya siswa dan guru tetap bisa belajar mengajar, jelas Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad mengaku telah berulang kali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Alor untuk berkoordinasi terkait persoalan tersebut. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan Kepala Dinas maupun Sekretaris Dinas Pendidikan.

Anehnya lagi kata Rahmad, tidak adapapan informasi proyek di lokasi pekerjaan, sehingga pihak sekolah tidak mengetahui nilai kontrak, waktu pelaksanaan, maupun nama CV pelaksana proyek.

“Nilai kontrak, waktu pelaksanaan, nama CV yang kerjakan proyek ini kami tidak tahu sama sekali. Kami sudah pernah minta kontraktor pasang papan proyek, tapi sampai sekarang tidak ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Yeri Makena, mengakui masih ada sejumlah proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah Tahun Anggaran 2025 yang belum selesai dikerjakan.
Beberapa sekolah tersebut di antaranya SDN Nusa, SD GMIT Kabaku di Desa Munaseli Kecamatan Pantar, SDN Abangiwang di Desa Bunga Bali Kecamatan Pantar Timur, serta SD GMIT Biakbuku di Desa Wakapsir Kecamatan Abad Selatan.

Oplus_16908288
Oplus_16908288

Menurut Yeri, pihaknya telah memanggil dan memberikan teguran kepada seluruh kontraktor terkait agar segera bertanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan masing-masing.

“Secara keseluruhan progres fisik pekerjaan sampai akhir Desember 2025 sudah mencapai sekitar 75 persen, sementara ada beberapa sekolah fisik pekerjaannya 100 persen selesai,” jelas Yeri.

Ia menegaskan, kontraktor yang belum menyelesaikan pekerjaan tetap dikenakan denda keterlambatan sesuai ketentuan kontrak.
Khusus proyek rehabilitasi dua ruang kelas SDN Nusa, Yeri menyebutkan bahwa pencairan dana baru mencapai 55 persen, sementara proyek lainnya rata-rata sudah 95 persen dengan sisa 5 persen ditahan untuk masa pemeliharaan.

Yeri juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat percepatan progres pekerjaan, mengingat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dijadwalkan melakukan pemeriksaan di Kabupaten Alor pada 2 Februari 2026.
Kontraktor sudah janji fisik sekolah tersebut akan Rampung Februari 2026

Secara terpisah kontraktor pelaksana proyek, Ori Bler Sir, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mengakui adanya keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dua gedung SDN Nusa.

Menurut Ori, keterlambatan terjadi akibat beberapa item material yang terlambat tiba di lokasi proyek, seperti kusen dan plafon.
Memang ada keterlambatan karena beberapa item material terlambat masuk. Tapi sekarang kusen sudah sampai di lokasi dan tukang sudah mulai lanjut kerja, ujar Ori.

Ia menjelaskan, setelah pemasangan kusen, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan atap, plafon, keramik, hingga tahap finishing.
“Walaupun terlambat, kita dikenakan biaya denda keterlambatan, saya tetap bertanggung jawab. Target kami, pekerjaan SDN Nusa selesai pertengahan sampai akhir Februari 2026,” tandasnya.(wanka)