KALABAHI, metroalor.com -Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan Kabir – Kaera , Ahmad Sofyan Abdulla, SE. MAP., menjelaskan kerusakan Jalan Desa Strategis Kabir-Kaera Tahun 2023 yang kini telah naik ketahap penyidikan menjadi rusak akibat faktor eksternal .
Menurutnya, kerusakan jalan Desa Strategis Kabir-Kaera Tahu 2023 dipengaruhi oleh curah hujan eksrim, infiltrasi air ke tanah dasar yang mempengaruhi daya dukung tanah dan lintasan kendaraan berat secara masif yang melebihi kapasitas jalan desa, ungkap Sofyan didamping Direktur CV. Fajar Baru Reinhard Jolando, kepada media di seputaran kota Kalabahi, pada Rabu, 26/11/2025.
Menurut Sofyan yang didampingi Direktur Cb Fajar Baru Reinhard Jolando yang ditemui media pada 26/11/25, bahwa dasar pelaksanaan pekerjaan Telah dilakukan pemeriksaan BPK RI. Selanjutnya , Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa Strategis Kabir-Kaera Tahun 2023 dilaksanakan berdasarkan Permendes No. 3/2022 (tentang Petunjuk Operasional Kegiatan DAK Fisik Transportasi Perdesaan) dan Perpres No. 15/2023 (tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik 2023) yang menjelasakan bahwa spesifikasi perkerasan jalan desa strategis dengan mempertimbangkan volume lalu lintas jalan, umur rencana perkerasan jalan, kondisi fondasi jalan dan efisiensi biaya.
Spesifikasi untuk kegiatan peningkatan jalan Desa Strategis diutamakan perkerasan jalan dengan Lalu lintas Ringan dan sedang (bukan untuk Lalulintas Kenderaan Berat) dan untuk konstruksi perkerasan lentur (flexsible pavement) berupa Lapen Makadam.
Adapun panduan pembangunan jalan dan Jembatan Perdesaan, menjelaskan Geometri Jalan bahwa Kenderaan yang diijinkan melewati jalan pedesaan mempuyai berat maksimal 5 Ton dan dimensi tidak melebihi Kenderaan empat sumbu (Pickup).
Ia mengatakan, Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Fajar Baru senial 3,66 miliar, kontraknya pada 3 Maret 2023
dan telah diselesaikan dengan PHO pada 13 Desember 2023 kemudian Pada bulan Desember 2023 dilakukan pemerinksaan BPK RI terhadap paket tersebut dan hasil temuannya telah ditindaklanjuti oleh kontraktor yaitu Pertama, kerusakan pertama di Maret 2024 lebih dipengaruhi faktor curah hujan dan lintasan kendaraan berat.
Sesuai ketentuan Permendes dan Perpres tersebut diats (Disain Jalan Desa Starategis untuk lalu lintas ringan-sedang) maka disain perkerasannya adalah Beton Mutu Rendah 610 m dan Agregat B 15 cm + Lapen 5 cm (perkerasan Tipis) sepanjang 2500 m, kemudian mengalami kerusakan pertama pada awal Maret 2024 itu diakibatkan Curah hujan mendekati lebat yang menyebabkan infiltrasi pada tanah dasar (data BMKG).
Diketahui adanya lintasan kendaraan berat (dump truck) yang diduga digunakan untuk pembukaan lahan oleh pihak tertentu dengan beban kendaraan yang jauh melampaui kapasitas desain jalan desa, yang seharusnya maksimal 5 ton.
Padahal kata Sofyan, pada saat itu bulan Januari-Februari 2024 (jalan kondisi sedikit basah), walaupun
ada aktivitas kendaraan berat, jalan tidak mengalami kerusakan karena intensitas hujan masih tergolong sedang (data BMKG), Kerusakan tersebut selesai diperbaiki pada Agustus 2024.
Lebih lanjut lagi, Atas permintaan penyidik, Inspektorat Daerh bersama Tim Polres Alor, PUPR Kabupaten Alor, Konsultan Pengawas, dan Kontraktor melakukan pemeriksaan lapangan dengan LHP Inspektorat Daerah Nomor 700.1.2.1/155/ID1/2024 tanggal 8 November 2024,
Hal tersebut dapat disimpulkan berkaitan Peningkatan Jalan Ruas Kabir Kap 81750, 1241548, 818,5m, 207/11/2024 15:00:32,
“Tidak terdapat indikasi tindak pidanakorupsi dalam pekerjaan perbaikankerusakan jalan. Dan sebagaimana fakta lapangan Jalan dimaksud dalamkondisi baik,” ujar Sofyan.
Sedangkan proyek lanjutan Tahun 2024 dimulai pekerjaan lapangan (26 Juni – 8 November 2024/Tgl. LHP Irda), selama periode Lima bulan tersebut, kendaraan berat (Dump Truck) pengangkut material proyek 2024 juga melintas jalan dimaksud (jalan kondisi kering) lebih kurang 2000 (dua ribu) Lintasan, namun tidak menyebabkan kerusakan pekerjaan Jalan Desa Strategis tahun 2023 tersebut
Selanjutnya, Curah Hujan Ekstrem – 3 (tiga) Bulan berturut-turut Kerusakan kedua terjadi pada Desember 2024 setelah dinyatakan jalan kondisi baik oleh Irda pada 8 November 2024,
Kerusakan tersebut dipengaruhi oleh fakta lapangan yaitu curah hujan lebat ekstrem di bulab Desember 2024 – Maret 2025 (data BMKG) menyebabkan genangan dan penurunan daya dukung tanah dasar., Aktifitas lintasan kendaraan berat over Tonase secara masif proyek Jalan Desa Kabir-Kaera
2024, dan Dump truck mengangkut material beton untuk pekerjaan jalan 4,2 km (tahap 3) memang kapasitas jalan desa tidak didesain untuk kendaraan berat. Sementara Panduan jalan perdesaan menetapkan beban maksimum 5 ton, sedang Dump truck di atas 8 ton pergi pulang secara masif.
Meskipun demikian, kata Sofyan, proyek lanjutan Tahun 2024 dimulai pekerjaan lapangan (26 Juni – 8
November 2024), jalan tetap kondisi baik hingga akhir proyek 2024, dan baru mengalami kerusakan setelah periode hujan ekstrem.
Adapun himbauan kepada semua pihak pengguna jalan desa strategis tersebut yakni Pertama, kenderaan berat (Dumpt Truck) dapat melewati jalan desa strategis khususnya ruas Kabir-Kaera namum lintasan tersebut tidak secara masif, karena jalan desa
strategis tidak didesain untuk kendaraan berat., Kedua, mendukung penegakan aturan beban kendaraan oleh aparat berwenang., Ketiga, mengutamakan informasi yang benar dan terverifikasi untuk menghindari salah paham publik.
Sementara itu, infomasi yang dihimpun media ini berkaitan dengan kerusakan pekerjaan jalan Kabir-Kaera datang dari warga desa Bouweli, Kecamatan Patar.
Oktho A. Sir bersama dua rekan yaitu Eston Semuel Seran dan Dominggu Kolly, ditemui Metro Alor di Ðsa Bouweli, pada Kamis, 27/11/2025, membenarkan kerusakan jalan tersebut disebabkan curah hujan cukup tinggi, dan juga adanya pekerjaan proyek jalan rabat beton tahun 2024.
“kita tau semua, ada beberapa kendaraan dan alat berat yang melintas di jalan desa tersebut yakni, 1 unit excavator dan 7 dum truk melintas lewat jalur ini dan menuju lokasi pekerjan dibagian atas lagi, kita ini masyarakat biasa, apa yang kita lihat dan terjadi itu yang kita omong saat,” ujar warga.
Diduga kuat ketika excavator melintas pekerjaan yang baru saja selesai oleh CV. Fajar Baru itu membuat kerusàkan awal pada badan jalan itu. saat rolling exca, kata warga, ada bagian atau titik badan jalan tersentuh langsung oleh rantai roda exca hingga terjadi lubung dan retak pada pekerjaan lapen tahap 2, terang warga.
Ditanya siapa pemilik excavator tujuan melintas jalur tersebut, warga mengatakan ada pekerjaan lajutan rabat beton tahap 3 di bagian atas lagi dari pekerjaan CV. Fajar Baru.
Disinyalir media ini pemilik pekerjaan rabat beton itu telah memberikan uang ganti rugi atas kerusankan badan jalan akibat melintasnya excavator itu senilai 100 juta rupiah melalui oknum PNS dinas PUPR Alor untuk berikan kepada CV. Fajar Baru dapat lakukan perbaikan jalan kabir-kaera.
Singkatnya Direktur CV. Fajar Baru Reinhard Jolando, yang di konfermasi media via nomor telepon pribadinya pada Jumat, 28 November 2025, mengatakan kita telah melakukan perbaikan pada kerusakan jalan itu tapi menggunakan uang pribadi.
Ia menambahkan soal jumlah uang 100 juta saya tidak tahu dan tidak perna terima hingga saat ini.
Sementara itu Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) dalam orasinya pada beberapa waktu lalu di polres Alor menyampaikan apresiasi kepada Polres Alor atas komitmen dalam mengawal proses penanganan kasus pekerjaan ruas jalan Kabir–Kaera Tahun Anggaran 2023. IMP2 mendesak Kapolres Alor dan penyidik terkait, untuk segera memanggil dan memeriksa Kadis PUPR Kabupaten Alor selaku KPA, PPK, kontraktor, konsultan pengawas, serta seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan ruas jalan Kabir–Kaera Tahun Anggaran 2024. Hal ini penting dilakukan karena terdapat dugaan kuat bahwa pekerjaan tersebut tidak melalui tahapan pemadatan badan jalan, sehingga mengakibatkan kerusakan dan retak-retak pada ruas jalan yang dibangun. ***













