Astaga, Sudah Akhir Tahun SD GMIT Kabaku Belum Dikerjakan ?

Oplus_16908288

KALABAHI,metroalor.com , Sudah di penghujung tahun anggaran 2025 namun ada beberapa fasilitas sarana pendidikan yang belum tuntas. Padahal dari informasi yang dihimpun, nyaris uang muka dari pekerjaan pekerjaan telah diambil oleh kontraktor namun fakta dilapangan belum ada kemajuan dan progres fisik pekerjaan .

Salah satu pekerjaan yang belum ada kemajuan yakni, rehabilitasi sarana pendidikan yang diduga mandek yaitu, SD GMIT Kabaku di desa Munaseli kecamatan pantar.
Menurut ketua komite Semuel Subang melalui sambungan teleponnya kepada media ini pada 19/12/25 mengungkapkan proyek pekerjaan SD GMIT Kabaku sampai saat ini tidak ada aktifitas pekerjaan di lapangan karena tidak ada bahan material untuk mengerjakan proyek yang dibiayai oleh uang yangdikumpulkan masyarakat melalui pajak .

Padahal Bangunan empat ruang tersebut sudah dibongkar atapnya sejaka bulan Oktober lalu namun sampai hari ini tidak ada material sehingga pekerjaan belum bisa dilanjutkan .Memang Ada sebahagian kecil yang sudah dikerjakan yakni pemasangan tiang untuk teras, tapi pekerjaan yang besar belum .
Menurutnya, awalnya cuma atap dua gedung yang dibongkar serta kuda-kudanya ,namun tambah dua gedung lagi sehingga total empat gedung yang sudah dibongkar tapi belum ada pekerjaan lanjutan .

Ironisnya, atap empat gedung yang dibongkar pada bulan Oktober lalu menyisakan para pelajar terpaksa belajar di tenda darurat yang dibuat komite . Namun lanjut Semuel, ketika hujan, anak-anak terpaksa tidak bisa belajar karena hujan masuk dalam ruang belajar dan lumpur .

Oplus_16908288

“Seandainya kami tau dari awal bahwa bangunan sekolah masih lambat dikerjakan maka kami tidak buru-buru bongkar atap supaya anak-anak bisa pake belajar . Padahal habis bongkar terus tidak cepat dikerjakan hingga mau masuk natal 2025 ini”, ujar Semuel.

Ia sendiri tidak tau anggaran untuk rehab sekolah ini karena tidak ada papan informasi. Awalnya diketehaui anggarannya 200 juta untuk dua gedung tapi yang sudah dibongkar empat gedung jadi total anggran belum diketahui oleh komite.

Menurutnya , pekerjaan rehab sekolah itu sangat mudah dan gampang bisa dikerjakan dalam satu bulan saja karena cuma ganti atap dan pasang keramik di teras namun material tidak ada maka sampai hari ini belum ada progres kemajuan fisiknya.

“Kontraktor cuma bilang masih input data pada dinas pendidikan jadi belum bisa kerja . Celakanya atap semua gedung sudah dibongkar lalu kena hujan setiap saat maka plafon juga sudah roboh, sementara tidak aitem pekerjaan rehab Plafon”, terangnya.

” Anggaran ,nama CV serta nama kontraktor yang kerja proyek ini juga kami komite tidak tau ,habis tidak ada papan informasi.kami cuma punya nomor hape kontraktornya dan diprofil nomor watsappnya ada gandeng dengan pak wakil bupati Alor”, ungkapnya

Pihaknya sudah informasikan ke sekretaris dinas pendidikan , dan jawabanyanya akan lakukan pemutusan hubungan kerja(PHK) kepada perusahan tersebut.***