Berita  

Staf Khusus Presiden Himbau UMKM di Alor Segerah Gunakan Teknologi Digital

Oplus_16908288

KALABAHI,metroalor.com- Staf Khusus Presiden(SKP) bidang UMKM dan teknologi digital , Tiar Nabila Karbala berkunjung ke Kabupaten Alor dalam rangka kunjungan kerja (kunker) pada Senin 13 Oktober 2025 lalu. Selain mengahidiri festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Alor, Tiar juga berkesempatan berkunjung ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Bersama di Sabanjar, Desa Alor Besar, Kabupaten Alor,
pada Selasa 14 Oktober 2025.

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Mad Baesaku Tiar dan salah seorang l nara sumber, Reza yang membawa materi tentang manfaat tekhnologi Digital AI yang berhubungan dengan UMKM. Reza yang dikenal sebagai influencer dan konten kreator yang sering berbicara di seminar nasional maupun internasional.

Kedatangan SKP dan Reza serta rombongan diterima oleh Sesepuh di PKBM Jamaludin Omi dan Pengelola PKBM, Arapah Laka dengan tarian dari sanggar milik PKBM masuk ke halaman gedung PKBM dan Paud saat rombongan tiba, Anak-anak Paud berdiri berjejer menyambut SKP dan pengajar di PKBM ditandai dengan pengalungan selendang kepada SKP Tiar dan rombongan.

Dalam sambutannya SKP Tiar mengatakan, sejak awal tahun 2024 dirinya dilantik Presiden Prabowo Subianto dan diberikan mandat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan teknologi digital dirinya melihat ini hal menarik, karena UMKM tidak dapat dipisahkan dengan digital.

Menurut SKP Tiar, UMKM di kota besar dan kecil atau desa dan pelosok-pelosok yang Ia kunjungi masih ada yang belum memiliki akses teknologi digital. Padahal, kata SKP Tiar, digital sangat membantu jika kita bicara tentang usaha dan keuangan. Sekarang ini semua dengan tekhnologi Digital, baik online, promosi UMKM, dan kegiatan lainnya.

Oplus_16908288

“masyarakat pernah nonton Tarian Pacu Jalur dari Kuansing Riau yang viral. Itu adalah sebuah hal yang tiba-tiba viral. Sebetulnya kegiatan itu bisa populer karena media sosial. Demikian juga kegiatan UMKM dan Pariwisata perlu diangkat ke publik baik dilevel Nasional dan dunia melalui digitalisasi .Kemarin saya sempat keliling stand di festival di Wisma Raya. Ternyata masih banyak masyarakat atau pelaku UMKM di stand-stand masih banyak yang belum menggunakan teknologi digitalisasi dalam transaksi. Saya mau bayar pakai Qris, namun tidak bisa padahal, saya tidak bawa uang tunai. Justru penggunaan digital dalam transaksi ini sangat mudah dan masyarakat yang ada padahal telah memiliki buku tabungan di bank,” lanjut SKP Tiar.

Oleh sebab itu ,kata Tiar , ketika melakukan Kunjungan kerja selalu membawa nara sumber untuk memberikan pendidikan atau sosialisasi berkaitan pengembangan UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Nara sumbernya adalah influencer dan juga aktif di medsos. Nara sumber akan menjelaskan tentang promosi melalui digital atau instagram dan AI (kecerdasan buatan).

dalam Wawancara singkat dengan Media SKP Tiar menjelaskan secara detail tentang tugas dari SKP Bidang UMKM dan tekhnologi Digital sebagai tugas yang diembannya dalam doorstop Bersama Media . Jadi memang pemerataan tekhnologi adalah hal yang wajib dilakukan karena Pemerintah itu dimanapun juga pasti sudah membuat program-program strategis nasional dengan tekhnologi yang harus dirasakan baik mulai dari kota besar sampai kota kecil atau sampai Kabupaten atau sampai ke daerah-daerah.

Jadi, jelas bahwa , pemerataan tekhnologi harus dari Sabang sampai Merauke. Dan kebetulan dirinyaa melihat Alor ini memiliki potensi-potensi yang sangat besar, terutama potensi pariwisata yang sangat besar patut digabungkan dengan satuan-satuan teknologi. Contoh promosi melalui media sosial, media online dan ditambah dengan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya atau pembayaran seperti penerapan Qris seperti di kota-Kota besar.

Kebetulan dirinya ditunjuk oleh Bapak Presiden sebagai staf khusus presiden bidang UMKM dan digital, sehingga salah satu tugas dari staf khusus presiden adalah untuk mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat, baik itu di Kota besar sampai ke pelosok-pelosok. Salah satu bentuk yang dilakukan adalah mengunjungi Kabupaten Alor, agar kami ingin tahu di Alor ini penerapan UMKM seperti apa dan penerapan tekhnologi itu sejauh apa.

“Memang salah satu tugas dari kami memberikan informasi kepada Presiden. Saya rasa kalau berkaca dari program pemerintah, teknologi sebenarnya itu sudah baik dan salah satu penerapan yang paling masih dan memberikan keuntungan banyak atau benefit bagi masyarakat adalah penerapan Qris. Qris ini adalah teknologi yang dibuat Bank Indonesia dan sangat mempermudah pembayaran terutama dari pembeli dan UMKM itu sendiri, Itu yang pertama.

Pemerintah memiliki target untuk menciptakan 1 juta taalenta digital nasional. Ini memang program yang sementara dijalankan oleh Kementerian Komdigital,ujarnya.

KSP Tiar menambahkan, point pentingnya bagaimana cara kita bisa mentransformasikan UMKM di Kabupaten Alor ini dengan penerapan tekhnologi. Itu poin yang sangat penting.karena bagaimana pun juga saat dirinya baru jalan-jalan ke acara festival Wisma raya ada beberapa UMKM memang belum menerapkan manfaat-manfaat dari qris. itu contoh paling sederhana dan targetnya bagaimana kita bisa mentransformasikan dari yang sebelumnya belum memiliki akses digital dan bisa miliki akses digital, ujarnya.

“Saya sudah berdiskusi dengan Wabup dan ternyata beliau mendukung program-program digitalisasi yang dijalankan pemerintah pusat. AI adalah teknologi maju dan sangat advance di barapa daerah ada yang sudah menggunakannya dan ada yang belum, sehingga menurut saya AI ini harus digunakan dengan baik terutama di daerah- daerah seperti di Kabupaten Alor. Karena penggunaan kecerdasan buatan (AI) banyak membantu untuk kehidupan UMKM dan para pedagang di kota-kota lain terutama pembuatan materi iklan, materi caption, Poster atau kalau berdagang makanan bisa buat resep makanan. Menyinggung soal kendala, Tiar menambahkan itu karena ketidaktahuan kita sendiri dari manfaaat-manfaat terhadap AI, maka dari itu kita sangat mendorong kegiatan-kegiatan yang sifatnya literatur digital. Salah satunya pada kesempatan ini kami mengundang nara sumber dari Jakarta supaya dapat berikan langsung materi kepada masyarakat agar dapat memberikan benefit.***