Petani La’asel Garap Lahan Pertanian di Musim Kemarau

Oplus_16908288

ABAD, metroalor.com -Meski Cuaca Dibulan Oktober sangat panas dan debit air yang menipis, tapi Kelompok Tani La’asel, Kelurahan Moru, Kecamatan Alor Barat Daya (Abad), Kabupaten Alor, NTT,dengan penuh semangat mengelola lahan pertanian ,untuk ditanam sayur-sayuran. Walaupun air harus diambil dari tempat yang jauh dan pakai angkutan mobil pick up .

Demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani La’asel, Seprianus Libang, yang akrab disapa Nus, saat dihubungi via telepon seluler pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Menurut Nus, lahan pertanian di ketinggian sekitar 5000-1000 meter dari permukaan laut ini, dulunya merupakan hutan rimba, tempat masyarakat mencari kayu bakar. Kini, lahan tersebut disulap menjadi kebun sayur dengan luas sekitar 76 x 56 meter persegi.

“Kami terus berupaya menanam berbagai tanaman hortikultura meskipun air sulit. Semangat kami tidak surut untuk mengambil air di pantai demi kebutuhan tanaman di kebun ini”, ujar Nus.

Ia menjelaskan, bantuan pemerintah berupa embung-embung penampung air memang ada, namun kapasitasnya masih sangat minim dan belum mampu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian dengan luas 4256 persegi.

Oplus_16908288

Lahan yang ditanam kangkung dan sawi sudah siap panen di awal November 2025. Setelah panen, kelompok ini juga akan melakukan tanam perdana tomat dan cabai (lombok /kurus) yang telah disiapkan dalam jumlah ribuan.

Selain itu, kelompok La’asel juga tengah menyiapkan lahan baru di sekitar lokasi tersebut untuk menanam semangka, melon, dan pepaya afrika.

Kami ingin kebun ini berkembang agar pembeli maupun pedagang yang melintas di jalan ini dapat tertarik untuk membeli. jelas Nus.

Tak hanya fokus pada pertanian, warga di tiga wilayah Kecamatan Abad yakni Kelurahan Moru, Desa Moramam, dan Desa Wolwal Induk juga melakukan perbaikan jalan ekonomi secara swadaya. Cor rabat dilakukan di titik-titik rawan agar kendaraan roda dua dan empat dapat melintas dengan aman.
Tujuannya sederhana, agar jalan ke lahan pertanian bisa lebih mudah diakses, katanya.

Oplus_16908288

Dia berharap Pemerintah dari Kabupaten hingga kelurahan dapat membantu masyarakat dari segi infrastruktur jalan dan penyediaan air,untuk kebutuhan utama dalam pengembangan lahan pertanian.

“Motto kami, beri kami embung-embung, maka kami akan jadikan batu menjadi padi dan buah-buahan,” katanya.

Ia juga sampaikan ucapan terima kasih kepada Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alo, melalui Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Novadianis S. D. Lapailaka, SP., yang telah memberikan waktu bagi operator traktor untuk membantu membajak lahan pertanian kelompok La’asel.(wanka)