Bengini Tanggapan Bupati Soal Persap Gagal Ke Laga Eltari Cup

Kalabahi,metroalor.com– Terkait viralnya Persap Alor gagal ke laga Eltari Cup di kabupaten Lembata, Bupati Alor Drs, Amon Djobo M.AP kepada media diruang kerjanya pada 13/9/22 mengatakan,  pemerintah kabupaten Alor bukan membangkang atau tidak perduli pada kegiatan tiga tahunan tersebut, tapi hal ini  berkaitan dengan anggaran. Karena berkaitan dengan biaya maka harusnya Persap sejak awal ( tahun sebelumnya) sudah masukan  usulan biaya untuk kegiatan tersebut.
Agar lanjut bupati Djobo,  pemerintah dan DPRD membahas kemudian masukan dalam anggaran untuk APBD tahun 2022.

“Pengelolaan keuangan saat ini tidak sama dengan jaman dahulu, sehingga hal-hal yang bersifat mendadak bisa di talangi ,kemudian nanti diplot kembali pada anggaran perubahan atau APBD murni pada tahun  berikutnya . Namun  kegiatan yang sudah dibahas dan  dianggarkan dalam APBD itu yang bisa digunakan uangnya.
Andaikata biaya untuk  kontingen Persap butuh dana misalnya 15-20 juta  saja, tentu kita cari solusi misalnya, melalui sumbangan pribadi .Tapi ini butuh dana 400-500 juta jadi harus termuat dalam mata anggaran. Karena kontingen harus berlaga paling satu bulan, penginapan , makan/minum obat dan segala macam”,  tandas Djobo.

Pemerintah, kata Bupati Djobo,  bukan tidak mau persiapkan atlit  bola  ke Eltari cup dan yang lainya,  tapi semuanya harus sesuai anggaran. Kalau  kegiatan tahun depan harus masukan  proposal dari sekarang. Apakah melalui KONI atau pemerintah boleh saja. Kalau proposal masuk baru pemerintah propinsi mengatakan keterbatasan dana dan alihkan ke tahun berikut ,itu bukan soal, tidak apa- apa itu, terang Bupati Djobo. 

Tahun ini sebenarnya kita mau buat laga untuk Gema Mandiri Dua untuk bola kaki, tapi  tidak bisa ,karena tidak ada yang kasi masuk proposal.Turnemen tersebut sudah dua tahun tidak jalan karena covid dan sekarang tahun 2022 mau diadakan tapi siapa ada pikiran untuk   kasi masuk proposal, maka tidak jalan.

“Jangankan  kirim Persap ke Indonesia, keluar negeri saja sudah pernah ko!. Betul to? Sekitar tahun 2015 atau 2016 pemerintah telah kirim Persap ke Singapur .Tapi Sekarang ini disiplin anggaran ini beda . Tidak seperti dulu disposisi bupati Pi lalu uang cair”, sebut Bupati dua periode itu dengan tegas. ***

Respon (119)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *